Kesehatan Mental

Vakum dari Media Sosial Demi Menjaga Kesehatan Mental. Foto: Freepik

simetriss.com– Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental, salah satunya dengan vakum dari media sosial.

Cara tersebut tak lepas dari adanya perubahan pola interaksi dan komunikasi manusia.

Oleh karena itu, media sosial menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, memberikan sarana untuk terhubung secara instan dengan teman, keluarga, bahkan orang-orang di seluruh dunia.

Namun, dibalik manfaatnya, penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat berdampak pada kesehatan mental. 

Oleh karena itu, memutuskan vakum dari media sosial selama beberapa tahun ini menjadi langkah besar yang sudah diambil.

Ternyata dengan vakum dari media sosial terbukti mengurangi dampak negatif sebelum siap untuk kembali menggunakan platform tersebut.

Arti Vakum dari Media Sosial

Arti vakum dari media sosial sendiri mengacu pada periode di mana seseorang dengan sengaja memutus koneksi atau interaksi dengan platform tersebut. 

Sesederhana membatasi interaksi dan waktu berselancar membuat dari media sosial cukup ampuh dalam menjaga kesehatan mental.

Adapun tujuan dari vakum media sosial adalah memberikan jeda dari eksposur berlebihan terhadap informasi, interaksi sosial digital, dan perbandingan yang dapat merugikan kesehatan mental. 

Tindakan ini bukanlah penolakan terhadap teknologi atau interaksi digital, melainkan usaha untuk menciptakan batasan yang sehat.

Serta menyadari dampak buruk yang mungkin timbul dari penggunaan media sosial.

Baca juga: Menguak Fakta Kesehatan Mental Ibu Bekerja dan Rumah Tangga

Manfaat Vakum dari Sosial Media

Mengurangi stres dan kecemasan

Manfaat pribadi yang paling terasa saat vakum media sosial saat berkurangnya tekanan sosial.

Seperti perbandingan diri, dan eksposur berlebihan terhadap informasi negatif yang seringkali menjadi penyebab stres dan kecemasan.

Waktu untuk refleksi diri

Saat vakum dari media sosial, banyak waktu yang teralihkan, hal ini memberi banyak kesempatan untuk meresapi kehidupan tanpa gangguan.

Termasuk menciptakan ruang untuk refleksi pribadi dan memahami nilai-nilai serta tujuan tanpa terpengaruh oleh opini eksternal dari pihak manapun.

Meningkatkan fokus dan produktivitas 

Manfaat yang begitu terasa oleh diri saat vakum dari media sosial adalah banyaknya kesempatan untuk lebih fokus pada kegiatan di dunia nyata.

Hal ini tentu meningkatkan produktivitas dengan menghindari gangguan notifikasi atau scrolling media sosial.

Baca juga: 5 Ritual Pagi yang Mampu Menjaga Kesehatan Mental Ibu

Introspeksi diri

Saat menjalani vakum dari media sosial, melakukan introspeksi untuk lebih memahami diri adalah hal bijak.

Coba untuk melihat diri dari berbagai sudut pandang, hingga hal tersebut membantu untuk lebih fokus pada pengembangan diri tanpa terpengaruh kehidupan di media sosial.

Mengurangi rasa membandingkan diri

Media sosial menyuguhkan berbagai informasi, termasuk kisah sukses orang lain yang kadang membuat diri merasa zero.

Terlebih saat orang yang seusia atau lebih muda telah melakukan pencapaian yang menarik dalam pandangan kita.

Meski niat mereka membagikan kisah sukses sebagai hero utamanya dengan tujuan motivasi, namun sebagian lainya justru merasa rendah diri.

Saat merasa rendah diri karena melihat pencapaian orang lain lebih berarti daripada fokus membangun diri, vakum dari media sosial bisa menjadi solusi.

Terkadang hal yang dibagikan pada influencer pun tak selalu indah atau tak semuanya benar.

Vakum dari media sosial memberikan kesempatan untuk menghindari perbandingan diri dengan orang lain, sehingga mengurangi risiko kecemasan dan perasaan rendah diri.

Dengan memahami arti dan manfaat vakum dari media sosial membantu pribadi untuk lebih bijak untuk menjaga kesehatan mental. (Simetriss/Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *