Trauma Masa Kecil Berpengaruh pada Kesehatan Mental

Ternyata Trauma Masa Kecil Berpengaruh pada Kesehatan Mental. Foto: Freepik

simetriss.com– Kondisi kesehatan mental dapat dipengaruhi dengan berbagai faktor, termasuk salah satunya adalah trauma masa kecil.

Trauma masa kecil merupakan suatu peristiwa yang tidak menyenangkan bagi seorang anak, dapat berupa kecelakaan, kekerasan fisik atau verbal, bahkan pelecehan.

Akibat dari hal tersebut adalah mengalami rasa takut yang berkelanjutan, yang jika tidak mendapat penanganan baik, dapat berdampak serius pada kesehatan mentalnya saat dewasa.

Dampak Trauma Masa Kecil pada Kesehatan Mental

Peristiwa traumatis dapat mempengaruhi perkembangan otak anak, memberikan dampak seumur hidup pada dimensi fisik, mental, dan sosial. 

Dampak psikologis trauma masa kecil saat tumbuh dewasa meliputi:

1. Masalah Pengendalian Amarah: Kesulitan mengelola emosi, terutama kemarahan.

2. Depresi: Perasaan sedih dan kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari.

3. Tekanan Emosional: Beban emosional yang berlebihan.

4. Tingkat Stres Tinggi: Meningkatnya tingkat stres yang terus-menerus.

5. Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD): Pengalaman trauma yang menghantui dalam pikiran.

Anak-anak yang mengalami trauma kompleks cenderung terisolasi sosial, dengan pemisahan mental dari lingkungan sekitar. 

Mereka mungkin merasa di luar tubuh mereka, mengamati kehidupan mereka dari tempat yang terpisah, bahkan kehilangan ingatan terhadap peristiwa tersebut.

Baca juga: 6 Kebiasaan Buruk yang Berpengaruh Terhadap Kesehatan Mental

Pemicu Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD)

Stres pada anak akibat trauma, tanpa penanganan yang memadai, dapat berkembang menjadi PTSD. 

Anak dengan PTSD mengalami kilas balik trauma secara berulang dan mungkin menghindari segala yang mengingatkan mereka pada peristiwa traumatis tersebut. 

Dalam upaya mencegah trauma masa kecil, anak-anak dapat menjadi sangat waspada terhadap tanda-tanda bahaya.

Anak-anak dengan PTSD juga dapat menunjukkan gejala seperti:

– Perilaku yang lebih muda dari usia sebenarnya

– Kesulitan fokus

– Tekanan dan kecemasan yang meningkat

– Kesulitan berinteraksi dengan orang lain

– Kemarahan dan agresi yang meningkat

– Masalah akademis dan sosial di sekolah

– Kesulitan tidur dan kehilangan minat pada kegiatan yang dahulu dinikmati

Meskipun tidak mengembangkan PTSD, anak-anak yang mengalami trauma tetap dapat menunjukkan masalah emosional dan perilaku

Contohnya seperti kemarahan, perhatian yang terganggu, perubahan nafsu makan, dan kekhawatiran yang meningkat terkait keselamatan dan kematian.

Dampak pada Kesehatan Fisik

Trauma masa kecil juga berdampak pada perkembangan fisik. 

Stres dapat menghambat sistem kekebalan dan saraf pusat, membuat tubuh kesulitan mencapai potensi sepenuhnya. 

Studi pada 2015 menunjukkan bahwa semakin banyak pengalaman buruk yang dialami anak, semakin tinggi risiko penyakit kronis di masa dewasa, seperti asma, penyakit jantung koroner, diabetes, dan stroke.

Kesimpulannya, penting untuk mengatasi trauma masa kecil secara tepat. 

Jangan biarkan pengalaman traumatis menghambat perkembangan anak. 

Jika dampaknya terasa, segera konsultasikan dengan psikolog untuk mendapatkan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan. (Simetriss/Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *