Lengko

Lengko Majalengka vs Lengko Tasikmalaya. Foto: Kolase Pribadi

simetriss.com– Lengko menjadi salah satu makanan khas di Tatar Sunda, namun ternyata sajian yang berbeda antara di Majalengka dan di Tasikmalaya.

Aku lahir dan besar di Majalengka, mengenal Lengko sebagai makanan berat yang sudah jelas mengenyangkan karena ada nasinya.

Tapi ketika harus kuliah ke kota sebelah yang masih di Tatar Sunda, tepatnya ke Tasikmalaya aku cukup kaget dengan tampilan lengko yang ternyata jauh berbeda dari ekspektasiku.

Cerita Perburuan Sarapan Lengko di Area Sekitar Kost

Di pagi kedua berada di Kota Tasikmalaya, sebagai anak kost baru tentu aku mencari sarapan di area kost sambil menelusuri lingkungan yang kebetulan bersebelahan dengan pasar.

Dalam rangka mengisi perut yang keroncongan, aku jelas terbayang pada makanan-makanan berat seperti nasi.

Begitu bahagianya saat melihat gerobak biru bertuliskan “LENGKO”, sigap saja kuhampiri dengan memesan satu porsi.

“Mang, bikin 1 porsi gak pake timun ya,” pesanku pada mamang-mamang pedagang berkaos biru tua.

Si pedagang hanya memberi anggukan kepala tanda merespon pesananku.

Dengan sigap Mamang pedagang tersebut membuka panci dagangannya dan menyinduk kuah kuning berbau kaldu sapi dari panci besarnya.

Seketika aku mengernyitkan dahi dengan beberapa pergumulan di kepala.

“Ini beneran tukang Lengko kan?”

“Pedagang Soto Sapi yang pinjem gerobak pedagang Lengko?”

“Aku atau Mamang Lengko yang salah sih?”

Saat itu aku membayar sepuluh ribu rupiah, setelah mamang Lengko memberikan plastik berisi pesananku, ya sudah saja misi perburuan saparan berakhir.

Perbedaan Lengko Majalengka dan Lengko Tasikmalaya

Lengko Majalengka

Lengko menjadi makanan tradisional favorit di kalangan masyarakat Majalengka. 

Apalagi, rasa yang nikmat dan harganya yang terjangkau membuat Lengko selalu menjadi pilihan yang tepat. 

Sambal kacang selalu menjadi ciri khas utamanya.

Lengko khas Majalengka begitu mudah dimasak, dan dapat menjadi sajian sehat namun hemat, berikut resepnya:

Bahan-bahan Sambal Kacang:

– 1 siung bawang merah

– 1 siung bawang putih

– 25 gram cabe rawit

– 3 sendok makan kacang tanah goreng

– 1 sendok teh asam jawa

– 1 sendok teh terasi goreng

– gula secukupnya

– garam sekucupnya

Bahan untuk Tahu Tempe Goreng:

– 1 siung bawang putih

– 1 sendok teh garam

– Air secukupnya

– Tahu dan tempe

Bahan Pelengkap:

– Nasi putih

– 50 gram toge rebus

– Bawang merah goreng

– Timun

– Telur Ceplok

– Kecap

– Kerupuk

Cara Pembuatan dan Penyajian:

  • Ulek semua bahan untuk sambal kacang hingga halus, lalu seduh dengan air dan sisihkan.
  • Ulek bawang putih dan garam, tambahkan air secukupnya, rendam tahu dan tempe sebentar, lalu goreng hingga kering.
  • Potong tahu tempe yang sudah digoreng sesuai selera, potong timun menjadi kotak kecil, dan iris kucai kecil-kecil. 
  • Sajikan nasi putih dengan menambahkan toge di atasnya, lalu taburkan timun dan potongan tahu tempe, serta telur ceplok. 
  • Tambahkan sambal kacang dan kecap manis sesuai selera, dan taburkan bawang goreng serta kerupuk di atasnya.

Lengko Tasikmalaya

Lengko, merupakan sajian khas dari Tasikmalaya yang memikat selera dengan paduan lontong, irisan daging, dan kuah kuning yang menggoda.

Pada umumnya terdapat dua varian Lengko di Tasikmalaya, yaitu varian daging ayam dan sapi.

Sajian ini menjadi primadona di Tasikmalaya karena cita rasanya yang lezat dan sangat cocok untuk santapan pagi.

Jika ingin memasaknya di rumah untuk sajian keluarga, bisa mengikuti resep Lengko Sapi berikut ini:

Bahan-bahan:

  • 1 kg daging sapi has dalam, potong dadu
  • 10 butir telur ayam rebus
  • 2 batang sereh, geprek
  • 2 batang daun salam
  • 1000 ml air/kuah kaldu
  • 500 ml santan dari 1 butir kelapa parut

Bumbu Halus:

  • 10 butir bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 6 butir kemiri
  • 5 cm kunyit
  • 2 buah cabe merah, buang bijinya
  • 1 sdt ketumbar
  • 2 sdt garam
  • 1 sdt merica
  • 1/2 sdt gula pasir

Pelengkap:

  • ketupat
  • bawang merah goreng
  • Emping goreng
  • Sambal cabe

Cara Pembuatan dan Penyajian:

  • Rebus daging sapi hingga empuk atau menggunakan presto. 
  • Setelah matang, angkat daging dan saring air rebusannya.
  • Haluskan bumbu halus menggunakan ulekan atau blender (tambahkan 20 ml minyak goreng). 
  • Tumis bumbu halus dengan 2 sdm minyak goreng hingga harum, kemudian tambahkan daun salam dan sereh.
  • Masukkan daging yang sudah direbus ke dalam tumisan bumbu, aduk hingga merata, kemudian angkat.
  • Didihkan kembali air rebusan daging, tambahkan air jika diperlukan. 
  • Kemudian masukkan tumisan daging dan telur ayam rebus, biarkan mendidih.
  • Setelah itu, masukkan santan, aduk-aduk hingga mendidih kembali, tes rasa, lalu angkat.
  • Sajikan dengan potongan ketupat atau lontong, taburan bawang goreng, emping, dan sambal cabe, jika suka, bisa juga dinikmati dengan nasi.

Lebih Suka Lengko Majalengka atau Lengko Tasikmalaya?

Suka atau tidak suka bagiku bukan hanya tergantung pada selera lidah, tapi juga nilai history-nya.

Lengko Majalengka tentu aku suka, karena aku terbiasa dengan sajian tersebut.

Apalagi dulu Almarhumah Emak (Nenek) sering membuatnya di rumah, itu menurutku yang paling istimewa.

Resep rahasianya tentu ada di tangan Emak dan kecap yang digunakan dengan merk khas Majalengka, yaitu “Ban Bersayap” atau “Maja Menjangan” atau “Segitiga”.

Lengko Tasikmalaya juga aku suka, selain rasanya yang familiar, sekaligus menjadi pertanda awal perjalanan merantau.

Baik itu lengko sapi atau lengko ayam, keduanya aku suka, dan siapa sangka kini jadi warga Tasikmalaya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *