Kesehatan Mental Ibu

Ilustrasi Kesehatan Mental Ibu. Foto: Freepik

simetriss.com– Baik itu ibu bekerja atau ibu rumah tangga, peran seorang ibu dalam keluarga sangat penting, bersamaan dengan kondisinya dalam aspek kesehatan mental.

Selain menjaga kesehatan fisik, seorang ibu juga dituntut untuk memiliki kesehatan mental yang optimal. 

Kesehatan mental adalah kondisi di mana seseorang menyadari kemampuannya, mampu mengatasi tekanan dengan normal, bekerja secara produktif, dan memberikan kontribusi positif pada lingkungan. 

Faktor-faktor seperti psikologis, sosial, dan biologis dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental.

Mengapa penting bagi seorang ibu untuk memiliki kesehatan mental yang baik?

Sebab kesehatan mental ibu memiliki dampak langsung pada kondisi keluarga. 

Ibu bekerja, misalnya bisa saja mengalami tekanan sosial di tempat kerja dan di rumah, yang dapat menjadi pemicu stres. 

Di sisi lain, ibu rumah tangga sering menghadapi stres akibat masalah rumah tangga tanpa penyelesaian yang tepat.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala gangguan kesehatan mental pada ibu, baik yang bekerja maupun sebagai ibu rumah tangga. 

Ini bukan hanya untuk kepentingan individu dari sosok ibu saja, melainkan tentang kelangsungan sebuah keluarga. 

Pernah Berperan Sebagai Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga

Sebagai seorang yang wanita yang meski belum memiliki keturunan, saya bangga menyandang status sebagai ibu-ibu.

Baik itu saat menjadi ibu bekerja, maupun menjadi ibu rumah tangga, hingga akhirnya memutuskan untuk mengkombinasikan keduanya.

Menjadi pencapaian terbaik saat memutuskan resign dari kantor dan full beraktivitas di rumah.

Namun demikian, bekerja tetap menjadi kewajiban sebagai seorang muslimah sebagai bentuk dakwah dan ketaatan, termasuk menggunakan media jejaring internet.

Bagi saya, entah itu menjadi ibu bekerja atau menjadi ibu rumah tangga tetap memiliki tantangan tersendiri.

Namun tahukah apa tantangan terberatnya?

Ya, tentu adalah melawan diri sendiri saat malas datang atau mungkin saat sibuk menata perasaan.

Oleh karena itu, penting untuk menjadi wanita yang selalu bahagia agar mampu mengerjakan semua hal dengan optimal.

Mengenal Gangguan Kesehatan Mental pada Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga

Perbedaan antara ibu bekerja dan ibu rumah tangga terletak pada pilihan masing-masing.

Ibu bekerja memiliki peran tambahan dengan posisi dan tugasnya di kantor, sementara ibu rumah tangga fokus pada keluarga di rumah.

Keduanya merupakan pilihan yang baik, tetapi perlu perhatian terhadap kesehatan ibu, baik fisik maupun mental.

Melansir dari Halodoc, menurut dr. Rilla Fitrina Sp. KJ, stres dan depresi adalah dua masalah kesehatan mental yang rentan terjadi pada ibu. 

Stres adalah kondisi ketika seseorang tidak mampu mengatasi tekanan mental atau emosional. 

Stres ringan bisa diatasi dengan manajemen stres, namun jika tidak ditangani, dapat berkembang menjadi depresi.

Gangguan kecemasan juga sering dialami oleh ibu rumah tangga dan ibu bekerja. 

Faktor-faktor seperti masalah rumah tangga, kurangnya dukungan dari keluarga, tekanan harian yang sama dapat menyebabkan kecemasan berlebih.

Tanggung Jawab Berat Ibu Bekerja

Bagi ibu yang bekerja, tanggung jawab ganda di rumah dan pekerjaan sering menyebabkan stres dan depresi. 

Work family conflict muncul saat peran di rumah dan di tempat kerja saling berbenturan. 

Tekanan waktu, kondisi keluarga, kepuasan pekerjaan, dan lingkungan kerja dapat menjadi pemicu konflik ini.

Suami atau keluarga perlu mendukung kesehatan mental ibu bekerja dengan membantu dalam tugas rumah tangga, memberikan waktu istirahat, dan memahami pentingnya me time

Rutinitas yang monoton dan tugas yang tidak berkesudahan dapat menyebabkan stres, dan me time adalah cara untuk menyegarkan pikiran.

Kesehatan mental yang optimal pada ibu, baik yang bekerja maupun sebagai ibu rumah tangga, memiliki dampak positif tidak hanya pada keluarga tetapi juga pada kondisi fisik ibu itu sendiri. 

Dukungan, komunikasi terbuka, dan pemahaman antara pasangan dan keluarga adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental ibu.

Mengapa Seorang Ibu Rumah Tangga Rentan Mengalami Gangguan Kesehatan Mental?

Menyandang status sebagai ibu rumah tangga tentu tidak terbebas dari tekanan, terutama tanpa bantuan asisten.

Strategi khusus dalam pembagian tugas antara suami dan istri diperlukan agar ibu masih memiliki waktu untuk “me time” sebagai bentuk pereda stres. 

Ibu rumah tangga sering merasa dihakimi, kurang diakui, memiliki sedikit waktu luang, dan menanggung seluruh aktivitas rumah tangga.

Melepas rasa tidak mampu dan meningkatkan manajemen stres menjadi kunci untuk menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga. 

Selain itu, komunikasi terbuka dalam pasangan untuk membahas pembagian tugas dan saling menghargai kontribusi masing-masing adalah langkah yang perlu diambil.

Strategi Mengatasi Gangguan Kesehatan Mental Bagi Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga

Kesehatan mental dan fisik adalah satu kesatuan tak terpisahkan. 

Merawat kesehatan mental setara dengan merawat kesehatan fisik. 

Gangguan mental dapat membawa dampak serius pada kesehatan fisik, meningkatkan risiko stroke atau diabetes melitus akibat tekanan darah tinggi saat menghadapi stres.

Stres dan depresi, yang kerap melanda ibu bekerja dan ibu rumah tangga, awalnya mungkin bersifat ringan. 

Namun, bila tanda-tanda tersebut diabaikan, stres dapat berkembang menjadi depresi dengan gejala yang lebih parah dan pemicu yang bervariasi. 

Depresi, sejatinya, adalah stres yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Apa yang menjadi pemicu gangguan kesehatan mental pada ibu rumah tangga dan ibu bekerja? 

Faktornya tidak lain adalah beragamnya masalah dalam rumah tangga atau pekerjaan serta manajemen stres yang kurang efektif. 

Kondisi ini dapat membuat ibu lebih emosional, bagi ibu rumah tangga, penyebab utamanya adalah lupa pada diri sendiri karena kesibukan mengurus orang lain.

Jangan biarkan kondisi tersebut berlarut-larut, karena dampaknya akan merugikan baik ibu bekerja dan ibu rumah tangga.

Atasi masalah gangguan kesehatan mental pada keduanya dengan strategi berikut:

Me Time

Banyak ibu merasa bersalah saat meluangkan waktu untuk me time, takut meninggalkan anak dan keluarga. 

Ibu bekerja mungkin merasa bersalah ganda karena sudah sibuk di kantor. 

Padahal, me time sebenarnya hanya membutuhkan waktu singkat, satu atau dua jam yang berkualitas. 

Me time menjadi kunci untuk mencegah stres akibat rutinitas yang monoton. 

Jika ibu lebih suka bersama anak, me time bisa dilakukan di area bermain bersama mereka.

Lingkungan Sosial

Faktor sosial dapat berpengaruh pada kesehatan mental ibu bekerja dan ibu rumah tangga.

Ibu bekerja bisa mengalami stres dari lingkungan kerja yang tidak sehat.

Sementara stres pada ibu rumah tangga sering disebabkan oleh lingkungan sekitar, seperti gosip tetangga, perbandingan dengan orang lain, dan pola asuh anak. 

Untuk mencegah kondisi ini, ibu perlu menghindari lingkungan yang merugikan. 

Ini bisa berarti mempertimbangkan untuk pindah atau belajar untuk mengabaikan gosip dan perbandingan yang tidak sehat.

Pola Makan

Mengonsumsi makanan yang mengandung serotonin tinggi dapat membantu mengendalikan siklus tidur. 

Serotonin merangsang otak yang mengatur siklus tidur, memberikan kualitas tidur yang baik. Ini merupakan langkah penting untuk mengatasi dan mencegah stres pada ibu rumah tangga dan ibu bekerja.

Dukungan Suami

Dukungan suami dapat berupa bantuan dalam pekerjaan rumah. 

Baik ibu bekerja maupun ibu rumah tangga, tugas rumah tangga tak kunjung habis. 

Saat melihat rumah yang berantakan setelah pulang kantor, bantuan suami sangat berarti. 

Selain membantu pekerjaan rumah, suami dapat mengajak jalan-jalan atau menonton film bersama untuk meredakan stres.

Konsultasi

Jika sulit mengendalikan emosi, merasa cemas, atau menunjukkan perubahan perilaku yang mencolok, konsultasi dengan para ahli adalah langkah bijak. 

Dukungan dari ahli dapat membantu memahami dan mengatasi masalah kesehatan mental dengan efektif, terlebih sekarang tersedia di jejaring sosial, seperti Halodoc.

Merawat kesehatan mental adalah investasi pada kesehatan fisik dan kesejahteraan keluarga. 

Dengan perhatian dan langkah-langkah preventif yang tepat, ibu rumah tangga dan ibu bekerja dapat menjalani peran mereka dengan lebih baik dan bahagia. (Simetriss/Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *