Kompetisi Liga 1 2023/2024 Baru Masuk Pekan ke-6, 4 Pelatih Tumbang

Kompetisi Liga 1 2023/2024 Baru Masuk Pekan ke-6, 4 Pelatih Tumbang

simetriss.com– Kompetisi Liga 1 2023/2024 sungguh menjadi ujian berat bagi para pelatih yang berkiprah dalam membesut timnya. 

Hanya dalam enam pekan kompetisi berjalan, sudah tercatat empat pelatih harus meninggalkan jabatannya akibat hasil yang kurang memuaskan.

Kompetisi Liga 1 musim ini menunjukkan kekuatan tim cukup merata, terbukti dengan peringkat ketujuh dan peringkat pertama hanya berjarak dua poin saja. 

Hal ini menunjukkan persaingan yang sangat ketat dalam kompetisi Liga 1 2023/2024.

Namun persaingan inilah yang sering kali mengorbankan posisi pelatih ketika timnya meraih hasil buruk.

Baca juga: Jadwal Seru Pekan Ke-6 Liga 2023/2024 (3-5 Agustus 2023)

4 Pelatih yang Tumbang Hingga Pekan ke-6 Kompetisi Liga 1 2023/2024

Hingga pekan ke-6, sudah ada empat pelatih yang terpaksa harus mengakhiri peran mereka dengan alasan yang bervariasi. 

Berikut ini adalah 4 pelatih yang tumbang beserta alasannya hengkang dari klub:

1. Luis Milla, Persib Bandung

Luis Milla pernah membawa harapan besar bagi Persib Bandung saat menjabat sebagai pelatih pada musim sebelumnya. 

Sayangnya, performa Persib menurun drastis menjelang akhir musim tersebut. 

Awal musim 2023/2024 juga tidak berjalan baik, dengan tim gagal meraih kemenangan dalam tiga laga awal. 

Akibatnya, Luis Milla harus mengambil keputusan untuk mundur dari posisinya sebagai pelatih dengan alasan keluarga. 

Begitu juga dengan Manuel Perez Cascallana dan Carlos Grande Rodriguez dari staf pelatih yang ikut mundur bersama Luis Milla.

2. I Putu Gede, Arema FC

I Putu Gede berpisah dengan Arema FC setelah kekalahan 3-1 melawan Bali United dalam laga pekan ke-4 Liga 1. 

Putu menyadari bahwa kinerjanya tidak optimal dan dengan kesepakatan bersama, ia memutuskan untuk tidak lagi bersama Arema FC. 

Setelah berpisah dengan Putu Gede, Arema FC menugaskan Joko Susilo sebagai pelatih sementara sampai mereka menemukan pengganti baru.

3. Aidil Sharin Shahak, Persikabo 1973

Aidil Sharin adalah pelatih ketiga yang harus meninggalkan posisinya dengan alasan yang hampir sama dengan Luis Milla, yaitu faktor keluarga.

Menariknya, pada laga terakhir bersama Persikabo 1973, Aidil Sharin berhasil membawa timnya meraih kemenangan 3-1 atas Bhayangkara FC. 

Namun, tidak lama setelah berpisah dengan Persikabo 1973, Aidil Sharin menjadi pelatih salah satu klub Malaysia, Kuching City FC.

4. Aji Santoso, Persebaya Surabaya

Aji Santoso menjadi pelatih keempat yang harus kehilangan jabatannya di kompetisi Liga 1 2023/2024. 

Persebaya Surabaya memakai diksi ‘diistirahatkan’ dari posisinya sebagai pelatih. 

Keputusan ini diambil karena tim dinilai sudah tidak mungkin memenuhi target tujuh poin dari tiga pertandingan awal kompetisi. 

Meski Persebaya memulai Liga 1 dengan kemenangan atas Persis Solo, namun dalam lima laga berikutnya, Bajul Ijo tidak pernah meraih kemenangan.

Kompetisi sepak bola Indonesia teratas memang memiliki tantangan besar bagi para pelatih. 

Persaingan yang ketat di kompetisi ini sering kali menuntut korban dalam bentuk kepergian pelatih yang tidak bisa memenuhi ekspektasi. (Simetriss/Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *