Keributan Usai Laga Bali United vs Dewa United, Ricky Kambuaya Emosional, Jan Olde Riekerink dan Stefano Cugurra Beda Penjelasan

Keributan Usai Laga Bali United vs Dewa United, Ricky Kambuaya Emosional, Jan Olde Riekerink dan Stefano Cugurra Beda Penjelasan

simetriss.com– Keributan tak terhindarkan terjadi setelah laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2023/2024 antara Bali United vs Dewa United. 

Dua pemain dari Dewa United, yakni Ricky Kambuaya dan Ady Setiawan, tampak begitu emosional hingga mengarah pada bench Bali United.

Pertandingan Bali United vs Dewa United berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Sabtu, 29 Juli 2023. 

Ricky Kambuaya sempat membawa timnya, Dewa United, unggul, namun, gol balasan dari Jefferson Assis, Ilija Spasojevic, dan Kadek Agung membawa kemenangan bagi Bali United dengan skor 3-1. 

Kekalahan tersebut merupakan kekalahan pertama bagi Dewa United pada musim 2023/2024. 

Baca juga: Jadwal Pekan Ke-5 Liga 1 2023/2024 (28-30 Juli 2023)

Penyebab Keributan Usai Laga Bali United vs Dewa United

Selain hasil pertandingan tersebut, ada insiden keributan yang melibatkan pemain dari kedua tim tersebut, terutama Ricky Kambuaya. 

Insiden tersebut merupakan akibat dari situasi yang panas dan ketegangan yang sudah terjadi sejak jeda babak pertama.

Sebelumnya, telah terjadi empat insiden antara Ricky Kambuaya dan Ilija Spasojevic yang menyebabkan keduanya menerima kartu kuning dari wasit.

Setelah babak kedua usai, Ricky Kambuaya dan Ady Setiawan yang berdiri di dekat bench Dewa United langsung berlari mendekati pemain yang berada di bench Bali United, dan keributan pun pecah. 

Ricky Kambuaya terlihat tak lagi dapat mengontrol emosinya, namun suasana tegang tersebut tidak berlangsung lama.

Setelah itu Ricky Kambuaya meminta maaf dengan mendatangi dan menyalami satu persatu pemain dan official dari Bali United.

Beda Penjelasan Pelatih Dewa United dan Bali United Terhadap Keributan dari Ricky Kambuaya

Namun dari insiden keributan tersebut terdapat perbedaan penjelasan dari pelatih Bali United, Stefano Cugurra, dan pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink saat sesi konferensi pers.

Versi Jan Olde Riekerink

Menurut Jan Olde Riekerink, emosi Ricky dipicu oleh komentar dari pemain dari Bali United. 

Jan Olde Riekerink pun membela Ricky Kambuaya dan menyebutnya sebagai sosok pemain yang jujur dan terbuka.

“Saya mengenal Ricky Kambuaya sebagai sosok yang sangat istimewa. Meski belum lama mengenalnya, ada dua hal yang saya yakini, dia jujur dan terbuka. Keadilan adalah prinsip yang sangat dipegangnya,” ujar Jan Olde Riekerink dikutip dari BolaNet.

Jan Olde Riekerink menganggap jika Ricky Kambuaya marah tentu karena kata-kata yang tak pantas di dengar.

“Ketika ada sesuatu yang terjadi, beberapa komentar datang padanya yang membuatnya tersentuh. Saya sama sekali tidak senang dengan kata-kata yang dilontarkan dari bench mereka,” sambungnya.

Namun demikian Jan Olde Riekerink menilai Ricky Kambuaya memiliki sikap yang adil.

“Saya percaya dia memiliki sikap yang adil. Jadi, ada sesuatu yang terjadi yang tak bisa dia kendalikan. Orang dengan karakter seperti ini biasanya merespons kesalahan dari situ, bukan dari sini, terlebih dia juga merupakan pemain Timnas,” tambahnya.

Versi Stefano Cugurra

Stefano Cugurra justru memberikan penjelasan yang berbeda, ia menyebut emosi Ricky Kambuaya usai pertandingan karena keinginannya untuk tetap berada di puncak klasemen BRI Liga 1 2023/2024.

“Saya berpikir situasi ini terjadi karena emosi dan dia tentu tidak ingin kalah. Tapi saya pikir ini sudah berakhir. Para pemain juga sudah bertemu,” ujar Stefano Cugurra.

Lebih lanjutnya pelatih yang akrab dengan panggilan Teco tersebut meminta agar hasil pertandingan harus diterima dengan sikap profesional.

“Orang-orang juga perlu menyadari bahwa dalam sepak bola, ada kemenangan, seri, dan kekalahan. Semua hasil itu harus diterima dengan sikap profesional sebagai pemain,” lanjutnya. (Simetriss/Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *