Kesehatan Mental

7 Manfaat Bersikap Realistis untuk Kesehatan Mental. Foto: Freepik

simetriss.com– Bersikap realistis ternyata memberi banyak manfaat dalam upaya menjaga kesehatan mental.

Namun berkembang dalam masyarakat, dengan memiliki pandangan hidup yang optimis adalah kunci utama kebahagiaan. 

Dalam kenyataannya, sikap optimisme ini tidak selalu memberikan dampak positif dan tetap memiliki risikonya. 

Justru berpikir realistis dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan fisik dan mental seseorang.

7 Manfaat Bersikap Realistis untuk Kesehatan Mental

1. Memahami Situasi

Memiliki orientasi pemikiran yang realistis membantu seseorang memahami situasi berdasarkan kenyataan. 

Dengan mampu memahami situasi, hal tersebut justru mencegah rasa kecewa dan pengelabuan diri sendiri.

2. Fokus dengan Kondisi Sekitar

Berpikir realistis juga sangat memungkinkan seseorang lebih fokus pada lingkungan sekitarnya. 

Dengan terhubung lebih baik dengan realitas, individu dapat membuat keputusan yang lebih efektif.

Baca juga: 8 Hal Sederhana Namun Berarti dalam Upaya Menjaga Kesehatan Mental

3. Hidup Lebih Sejahtera

Penelitian menunjukkan bahwa berpikir realistis dapat membuat hidup lebih sejahtera.

Pemikiran realistis dikaitkan dengan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi daripada dengan harapan yang terlalu tinggi.

4.  Meningkatkan Kesadaran

Sikap realistis juga mampu untuk meningkatkan kesadaran terhadap situasi saat ini. 

Hal ini juga membantu seseorang lebih fokus pada momen sekarang dan memperhatikan aspek-aspek penting.

5. Kesehatan Mental Jangka Panjang

Berpikir realistis terbukti lebih sehat untuk pikiran dan mental dalam jangka panjang.

Hal ini menciptakan harapan yang masuk akal membantu mengurangi tingkat stres dan depresi.

6. Mampu Beradaptasi

Sikap realistis memfasilitasi diri untuk beradaptasi lebih baik dengan mendorong fokus pada kenyataan dan pemahaman situasi. 

Sikap ini sangat membantu individu menghargai hal-hal positif dalam masa-masa sulit.

7. Mengurangi Stres

Manfaat utama berpikir realistis adalah cara efektif untuk mengurangi tingkat stres. 

Dengan berpikir realistis, seseorang lebih cenderung menerima kenyataan saat hasilnya tidak sesuai harapan, menghindari kekecewaan yang berlebihan.

Berpikir realistis bukan berarti kehilangan harapan atau impian. 

Sebaliknya, ini mengajarkan seseorang untuk membuat ekspektasi yang masuk akal dan tetap terhubung dengan realitas. (Simetriss/Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *