Dampak Overthinking pada Kesehatan Mental

7 Dampak Overthinking pada Kesehatan Mental, Waspada. Foto: Freepik

simetriss.com– Seringkali overthinking dianggap sebagai lelucon, padahal sebenarnya merupakan kondisi serius untuk kesehatan mental.

Overthinking dapat memiliki berbagai penyebab, mulai dari pengalaman masa lalu, keinginan untuk mencapai kesempurnaan dalam segala hal.

Hingga kekhawatiran berlebih jika rencana yang telah disusun tidak sesuai dengan ekspektasi. 

Namun, apapun penyebabnya, terlalu banyak merenungkan masalah hidup dapat menyebabkan stres dan kecemasan.

7 Dampak Overthinking untuk Kesehatan Mental

1. Kelelahan Sel Otak

Overthinking dapat menyebabkan kelelahan pada sel-sel otak, membuat sulit untuk fokus dan menghasilkan ide kreatif. 

Kondisi ini juga dapat memicu stres, yang jika terlalu berlebihan, dapat merusak dan merusak sel-sel otak di bagian hipokampus. 

Terlalu banyak berpikir juga dapat mengubah struktur dan konektivitas otak, yang pada gilirannya dapat menyebabkan masalah gangguan mood.

2. Mengganggu Pola Tidur dan Nafsu Makan

Overthinking dapat menyebabkan kesulitan tidur dan mengganggu kontrol nafsu makan.

Seseorang dapat kehilangan selera makan atau malah makan berlebihan. 

Gangguan tidur yang disebabkan oleh overthinking dapat mengganggu aktivitas harian dan produktivitas.

Serta membuat seseorang lebih sensitif dan mudah marah karena kurangnya istirahat yang cukup.

Baca juga: Ternyata Me Time Berperan Penting pada Kesehatan Mental Lhoo

3. Mempengaruhi Hubungan Interpersonal

Overthinking dapat mempengaruhi hubungan interpersonal karena kecenderungan untuk curiga dan khawatir bahwa orang lain tidak akan bertindak sesuai harapan. 

Hal ini dapat menyebabkan kesalahpahaman dan merenggangkan hubungan, memicu rasa sedih, amarah, dan kekecewaan, serta membuat stabilitas emosional menjadi terganggu.

4. Menurunkan Rasa Percaya Diri

Overthinking dapat menyebabkan penurunan rasa percaya diri karena munculnya pikiran negatif yang tidak dapat dipastikan kebenarannya. 

Orang yang terlalu banyak berpikir mungkin menjadi takut untuk memberikan respons spontan, takut ditolak, atau takut mendengar olok-olok atau kritikan dari orang lain.

5. Sulit Berpikir Positif dan Produktif

Overthinking cenderung menjauhkan seseorang dari melakukan hal-hal yang produktif.

Pikiran yang terlalu banyak cenderung memikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk, sehingga seseorang menjadi enggan mengambil tindakan atau solusi. 

Fokus pada kegagalan dan kekhawatiran hanya membuat seseorang terjebak dalam pemikiran negatif.

6. Isolasi Diri

Dampak overthinking melibatkan kecenderungan untuk menarik diri dari interaksi sosial.

Orang yang terlalu banyak berpikir cenderung fokus pada pikiran mereka sendiri, yang dapat menyebabkan isolasi diri dan kekurangan dukungan emosional.

7. Kecemasan dan Depresi

Overthinking yang berkepanjangan dapat memicu kecemasan dan depresi. 

Merenungkan peristiwa yang menyebabkan stres dalam jangka panjang dapat memengaruhi keseimbangan mental seseorang. 

Kecemasan dapat menghambat kemampuan seseorang untuk mengatasi stres sehari-hari, sementara depresi menyebabkan perasaan kesedihan, kesepian, dan hampa.

Itulah beberapa dampak overthinking pada kesehatan mental, jika overthinking terus mengganggu kehidupan sehari-hari atau ada anggota keluarga yang mengalami kondisi ini, penting untuk mencoba menghindari terlalu banyak pemikiran. 

Aktivitas fisik dapat membantu membawa fokus ke arah yang lebih positif. (Simetriss/Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *