Ibu Rumah Tangga

5 Bukti Jadi Ibu Rumah Tangga itu Istimewa, Gak Usah Minder!. Foto: Ilustrasi Pribadi

simetriss.com– Terkadang, status sebagai ibu rumah tangga sering disepelekan oleh sebagian orang. 

Mereka menganggap pekerjaan rumah tangga hanyalah soal beberes rumah atau rebahan sambil nonton Netflix dan main gadget. 

Namun realitanya tidak sesepele itu, melainkan begitu istimewa. 

Saking istimewanya, bahkan dalam islam bukan disebut ibu rumah tangga, melainkan Rabbatul Bait yang berarti Ratu Rumah.

Jangan sesekali merendahkan status ibu rumah tangga, karena mereka sebenarnya adalah pahlawan sejati yang berupaya menjadi pribadi multitalenta. 

5 Bukti Jadi Ibu Rumah Tangga itu Istimemwa

1. Pekerjaan yang Tak Pernah Usai

    Jangan pernah meremehkan pekerjaan ibu, karena tugasnya tak pernah berakhir. 

    Mereka bekerja dari pagi hingga malam, menangani berbagai hal di rumah seperti membersihkan rumah, memasak, mencuci piring dan baju, bahkan bila sudah memiliki anak, tugas utamanya adalah mendidiknya. 

    Sebenarnya, anggota keluarga lainnya bisa turut membantu dalam membereskan atau mengatur rumah,

    Namun tetap saja, kuncinya ada pada ibu selaku Ratu Rumah.

    Meski hanya mengerjakan pekerjaan “domestik”, ibu rumah tangga memiliki andil besar.

    Melalui pakaian suami yang diurus, jadi saksi dalam ibadah pencarian nafkah keluarga

    Dari makanan yang disiapkan, tercipta rasa syukur kecukupan rizki

    Melalui rumah yang rapi, tercipta ketentraman penghuninya

    Baca juga: 5 Ritual Pagi yang Mampu Menjaga Kesehatan Mental Ibu

    2. Terus Belajar dan Berkembang

      Menjadi ibu bukan berarti berhenti belajar dan harus terus berkembang.

      Berkembang dalam banyak hal ya bu… bukan hanya berkembang menjadi lebih gemoy saja, hihi.

      Para wanita dengan gelar tersebut harus terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan, terlepas memiliki gelar pendidikan atau tidak.

      Dalam era digital ini, seorang ibu juga harus melek teknologi untuk mengawasi perkembangan zaman dan menyusun antisipasi dari fenomena negatif dibaliknya.

      Usahakan tetap sibuk menimba ilmu, terlebih telah menjadi ibu-ibu

      “Jika wanita tidak disibukan dengan ilmu maka ia akan mudah dikuasai oleh perasaannya”

      3. Multitalenta

        Keistimewaan ibu rumah tangga terletak pada hal multitalenta, mulai dari memasak, mengurus rumah, hingga mengasuh anak. 

        Mereka harus menjadi guru, ibu, bahkan teman diskusi segala hal yang lintas usia.

        Selain itu, mereka juga harus mahir mengatur keuangan rumah tangga dan mengendalikan mood untuk menjaga keharmonisan keluarga.

        Saat keluarga berkumpul, seorang Ayah mengeluhkan alasan anak laki-lakinya yang seolah enggan menikah.

        “Standarku tinggi Ayah, aku ingin mendapat seorang istri yang seperti ibuku, ibu rumah tangga yang telaten mengurus keluarga,” papar sang Ayah yang menjelaskan alasan anak laki-lakinya.

        Baca juga: Menguak Fakta Kesehatan Mental Ibu Bekerja dan Rumah Tangga

        4. Peran Sebagai Istri

          Ibu rumah tangga tidak hanya bertanggung jawab terhadap rumah, tapi juga pada suami.

          Mereka harus bisa mengatur waktu dengan baik untuk mengurus rumah tangga dan menyediakan dukungan serta kebahagiaan bagi suami. 

          Meskipun lelah, mereka harus tetap menjadi pendengar dan teman diskusi segala hal yang baik untuk suami.

          Aku begitu beruntung mendapat didikan keras dari Bapa, mengenyam pendidikan teknik sejak tingkatan atas hingga sarjana, dan tak sadar membuat watak menjadi tomboy.

          Saat suamiku berdiskusi masalah perawatan listrik, alat-alat rumah tangga, pekerjaan sampingannya sebagai teknisi, hingga keberlangsungan karinya, aku beruntung bisa mengimbanginya.

          Aku beruntung saat nyambung dalam obrolan ringan bersama suami terkait tim sepak bola favorit, line up tim, hingga prediksi skor pertandingan

          Tanggung Jawab Membangun Masa Depan Keluarga

            Tanggung jawab mereka tidak hanya pada saat ini, tapi juga untuk masa depan keluarga. 

            Mereka harus mempersiapkan anak-anak dengan baik, baik dari segi pendidikan agama maupun moral. 

            Mereka juga harus mengajarkan anak-anaknya untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mandiri.

            “Terlepas mau jadi wanita karir atau ibu rumah tangga penuh, Mama bangga bisa membekali ilmu, sehingga Mama yakin kamu bisa mencetak generasi yang lebih baik di masa depan” kata ibu sebelum aku menikah.***

            Tinggalkan Balasan

            Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *